![]() |
| Waspada Seksual Bebas pada Masa Remaja |
Setiap manusia akan melalui fase –fase kehidupan. Semenjak di dalam rahim, lahir sebagai bayi, melewati masa kanak- kanak, menginjak masa muda/ remaja , kemudian dewasa, tua dan akhirnya meninggal dunia. Diantara fase – fase itu masing – masing mempunyai karakteristik yang berbeda dan membutuhkan perhatian sendiri-sendiri . Ada sebuah fase peralihan yang harus diketahui yaitu fase remaja atau pemuda.
Pada fase ini merupakan titik peralihan dari seorang anak yang belum diberi beban tanggungjawab menjadi seorang hamba dewasa yang akan dimintai pertanggungjawaban terhadap semua perbuatan dilakukan. Baik itu di mata hukum negara atau hukum agama. Perubahan apa yang terjadi bisa anda baca di halaman saat tubuhku berubah.
Titik awal itu dimulai ketika memasuki pintu gerbang yaitu ‘masa baligh’. Setelah memasuki masa ini seseorang akan merasakan perubahan pada tubuhnya yang bisa dirasakan. Dari perubahan tubuh itulah maka mulai mengalirlah sebuah hasrat dan keinginan baru yang muncul. Pada fase ini akan ada sebuah perasaan berdesir terhadap seseorang yang berbeda jenis kelamin dengan dirinya. Inilah yang disebut dengan energi seksual atau libido ( nafsu).
Ketertarikan dengan lawan jenis adalah naluri alamiah yang dianugerahkan Allah kepada ciptaanNya. Dorongan energi ini mengalami pematangan pada usia remaja/pemuda, seiring dengan perkembangan jasmani. Ibarat sebuah perusahaan di dalam tubuh, maka saat baligh inilah perusahaan yang ada ditubuh sudah mulai menghasilkan suatu produk. Pada remaja laki – laki mulai memproduksi "mani" yang untuk pertama kalinya ditandai dengan peristiwa mimpi basah. Sedang pada remaja putri mulai mengeluarkan sel telur yang ditandai dengan menstruasi pertama kali ( menarche).
Banyak remaja yang tidak dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut. Mereka tidak mengerti dengan kemunculan dorongan seksual tersebut. Akhirnya energi seksual atau libido ini menjadi berkembang secara liar tanpa pengendalian dan pengawasan yang baik . Karena tidak bisa mengendalikan dorongan seksual tersebut, maka tidak jarang dilampiaskan pada hal-hal yang tidak semestinya. Atau pelampiasan yang sebelum waktunya. Misalnya terjerumus dalam perzinaan, melakukan masturbasi ata onani, kecanduan pornografi dan perbuatan lain yang diharamkan oleh Allah dan dilarang pemerintah. Seharusnya penyaluran seksual yang benar dilakukan setelah pernikahan yang sudah dipersiapkan dengan baik.
Sebenarnya dorongan atau energi seksual itu adalah karunia dari Allah sebagai nikmat bagi hambaNya. Namun tata cara untuk menyalurkannya harus secara benar sesuai petunjuk. Kapan waktunya, dimana tempatnya dan dengan siapa dorongan ini harus disalurkan.
Sebagai seorang, remaja harus mampu untuk bisa memilahkan mana yang baik dan mana yang buruk. Dari berbagai macam sudut pandang, misal dari agama, kesehatan, budaya dan lain-lain. Sehingga pendidikan seksual yang benar harus bisa diberikan sebelum masa itu datang. Pendidikan seksual yang benar ini hanya bisa didapatkan dari sumber-sumber yang benar pula. Ingat jangan pernah mengambil dari sumber-sumber yang tidak bernar dan bukan ahlinya. Karena jika ini terjadi maka dikhawatirkan pendidikan seksual yang menyimpang justru yang akan didapatkannya . Dan ini bahaya sekali.
Perilaku-perilaku yang tidak sopan dan menjurus ke arah hubungan seks memang harus dihindari. Misalnya pacaran, pergi ke diskotik, merokok, minum-minuman keras,mengakses video porno, pembicaraan seksual yang cenderung memperturutkan nafsu seksual dan sebagainya. Apalagi sampai berdua-duaan tanpa ada orang lain tertutup. Jika hal ini sampai terjadi maka orang tua, sekolah dan pihak pihak yang terkait harus segera mengambil tindakan. Karena resiko terjadinya hubungan seks bebas dan sebelum masanya akan banyak merugikan kesehatan. Banyak penyakit yang muncul dan mudah ditularkan dari perilaku tersebut. Mulai dari penyakit GO. sipilis, aids, herves dan sebagainya. Dan penyakit tersebut biasanya tidak mudah diobati dan bisa mendatangkan komplikasi yang berat.
Remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas sudah menghadapkan diri dengan 3 risiko besar
Risiko akhirat
Risiko akhirat adalah dampak yang akan ditanggung/dipertanggungjawaban dihadapan Allah kelak akibat dosa – dosa yang dilakukan. Bayangkan berawal dari dorongan ketertarikan dengan lawan jenis yang tidak ditahan sejak awal, bisa berdampak yang kepada dosa dosa besar yang sangat dibenci Allah.

No comments:
Post a Comment