Sunday, January 18, 2015

Anak Anda Sulit Minum Obat

Angka kesakitan anak paling tinggi terjadi pada balita. Demikian karena sistem daya tahan tubuhnya belum sempurna, sehingga paparan sedikit, perubahan lingkungan , kelelahan fisik mudah sekali menyebabkan buah hati jatuh sakit.


Sakit pasti berhubungan dengan obat. Meminumkan obat kadang menjadi permasalahan pelik bagi kedua orang tuanya. Wajar saja bagi anak, karena dia belum bisa berpikir , sakit ya minum obat. Sehingga orang tua juga tidak bisa menyuruh begitu saja kepada anak untuk meminum obat sebagaimana orang dewasa. Akhirnya meminumkan obat menjadi moment yang traumatis, menegangkan bahkan mirip dengan penganiayaan. Tragis amat.

Lihat saja jurus ayah. Dengan kuat ‘ memiting’ kaki dan tangan anak, tangan menyumbat hidung. Ibu membuka mulut anak dengan paksa sambil memasukkan sendok yang berisi obat ke dalam mulutnya. Makin heboh diiringi deru tangis anak. Pembaca mungkin lebih mengenal ‘teknik cangar’ itu. Tidak harus seperti itu jika kita punya tekhnik yang benar.

Buat situasi tetap menyenangkan
Dunia anak adalah bermain dan gembira. Saat sakit dia sudah kehilangan sebagian dunianya itu.Jangan diperparah lagi dengan suasana tegang saat minum obat. Kondisikan suasana seperti saat – saat dia sehat. Beberapa sirup anak ada yang berasa dan berwarna seperti jeruk, apel, strabery. Dengan sedikit merayu, “Yuk, saatnya minum sirup rasa jeruuuk”. Dengan begitu anak akan merasa dikasih sirup kesukaannya.

Hilangkan persepsi obat ‘pahit’
Ujung lidah merasakan manis, sedangkan obat pahit. Untuk anak yang sudah bisa menelan bentuk tablet  anda bisa mencoba dengan menyuruh anak meletakkan pil itu diujung lidahnya. Sejenak dia tidak akan merasakan pahit, segera guyur dengan air dia baru merasakan pahit setelah berada di pangkal lidah dan obatpun sudah tertelan. Untuk bentuk serbuk anda bisa meminta kepada dokter atau apoteker untuk membuat menjadi rasa manis. Jika anda harus menggerus sendiri tablet itu anda bisa menambahkan tablet gula seperti pada penderita diabetes.

Lakukan pemanasan.
Bawalah satu gelas air putih , sendokkan beberapa, seolah – olah anda sedang menyuapkan air putih. Alihkan perhatian anak sejenak sambil memasukkan obat kedalam sendok tadi, lalu minumkan seolah masih menyuapkan air putih.

Bilas dengan air putih.
Segera beri air putih untuk menghilangkan sisa dan bau obat di mulut yang bisa termemori oleh anak.

Tenangkan anak
Selalu berikan pujian jika anak sudah minum obat dengan baik. Buat dia seolah – olah telah melakukan prestasi yang besar. Jangan lupa bimbing mengucap alhamdulillah dan berdoa. “Ehm..pinter anak sholeh. Alhamdulillah semoga Allah kasih kesembuhan ya dik..ya.”

Ditulis oleh dr. Dwi Anton BC

No comments:

Post a Comment