![]() |
| Cara Mengatasi Sakit Telinga |
Cara mengatasi sakit telinga harus disesuaikan dengan penyebabnya. Tentunya sakit telinga akibat tersumbat serumen (kotoran telinga) akan berbeda dengan sakit telinga yag disebabkan infeksi telinga. Dari banyak penyebab sakit telinga, maka yang cukup banyak ditemukan adalah sakit telinga akibat radang atau infeksi di bagian tengah dari telinga. Yang dalam istilah medis disebut "OMA" atau otitis media akut. Kalau berlangsung lama maka akan menjadi "OMK" atau otitis media Kronik.
Penyakit semacam ini dulu masih sering dijumpai, terutama pada anak-anak. Faktor yang paling cukup banyak adalah masalah higienis atau kebersihan. Misalnya mandi di sungai / air yang kotor, sering dan lamanya menderita batuk pilek (yang tidak segera diobati), membersihkan telinga sembarangan (tanpa alat yang aman dan bersih) dan masih banyak lagi sebabnya. Namun meski sekarang penyakit tersebut relatif lebih jarang , namun bukan berarti tidak ada. Dalam kehidupan keseharian masih juga dijumpai kasus sakit telinga semacam itu.
Beberapa kasus sakit telinga yang terjadi kadang diawali suatu kebiasaan yang tidak disadari. Kebiasaan yang kelihatannya dianggap sepele, namun bisa berakibat fatal. Kebiasaan itu adalah " seringnya membersihkan kotoran telinga". Jika dilihat secara sepintas nampaknya kebiasaan ini tidak ada yang salah namun pada praktenya banyak terjadi kesalahan. Mungkin banyak orang menganggap bahwa kotoran telinga harus dibersihkan sesering mungkin dan sebersih mungkin. Inilah pandangan yang kurang tepat.
Pembersihan kotoran telinga secara periodik memang harus dilakukan. Apabila kotoran tidak dibersihkan dan dibiarkan menumpuk maka akan menurunkan pendengarannya sehingga seperti tuli. Kalau dalam istilah medis dimasukkan sebagai tuli konduksi. Penurunan pendengaran yang disebabkan terganggunya jalur perambatan suara. Namun ingat bahwa kotoran telinga tetap masih mempunyai manfaat. Dengan jumlah yang cukup, kotoran telinga masih berguna untuk mengusir binatang-binatang kecil yang akan masuk ke dalam lubang telinga. Namun bau dan keberadaan kotoran ini menimbulkan keengganan binatang kecil untuk masuk. Sehingga pembersihan kotoran telinag yang terlalu bersih tidak dianjurkan.
Permasalahan yang sering dilakukan adalah frekuensi pembersihan yang terlalu sering dan cara yang digunakan yang tidak tepat. Jika hal ini dilakukan justru beresiko terjadi radang telinga bagian dalam dan bahkan bisa sampai infeksi. Misalnya membersihkan telinga dengan batang korek api, atau "jekip" (istilah jawa), atau benda-benda keras lainnya. Pemberisihan kotoran telinga yang keras juga tidak disarankan dilakukan sendiri. Sering pembersihan sendiri dilakukan secara paksa sehingga menimbulkan luka lecet. Seharusnya kotoran telinga yang keras harus diberikan tetes telinga agar lebih lunak sehingga mudah untuk dibersihkan.
Pembersihan telinga yang terlalu sering atau bahkan dilakukan setiap hari bisa berakibat terjadinya iritasi atau luka lecet ringan. Kebiasaan pembersihan telinga biasanya dilakukan pada waktu sesudah mandi dengan dalih untuk membersihkan sisa cairan dan kotoran. Sering kebiasaan ini menimbulkan ketagihan karena perasaan "enak dan nyamman" saat melakukan pembersihan telinga sendiri. Oleh karena itu secara tidak sadar kemudian alat untuk membersihkan telinga itu menimbulkan iritasi, radang hingga infeksi.
Jika radang dan infeksi terjadi maka telinga akan terasa sakit walau hanya disentuh daun telingannya saja. Dinding telinga akan menebal dan bengkak sehingga merepotkan bila dilakukan pemeriksaan. Jika hal ini terjadi maka jangan tunggu lama lagi, segeralah berobat agar tidak bertambah parah. Jangan lakukan tindakan-tindakan yang justru membahayakan. Misalnya memasukkan air ke dalam lubang telinga, mencoba membersihkan lagi dengan sebersih-bersihnya, membiarkan saja dengan harapan bisa sembuh sendiri. Dari beberapa sakit telinga yang ada bahakan ada yang dijumpai sampai gendang telinganya robek akibat pembersihan telinga yang berlebihan. Jika anda dalam keadaan batuk dan pilek maka segera diobati. Karena infeksi dari batuk tersebut bisa merambat ke telinga bagian tengah dan menimbulkan infeksi berkelanjutan.
Cara mengatasi sakit telinga yang paling bagus adalah bagaimana kita bisa mencegah terjadinya sakit telinga tersebut. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Mudah-mudahan tip mengatasi sakit telinga tersebut bisa bermanfaat. Selamat mencoba.
Beberapa kasus sakit telinga yang terjadi kadang diawali suatu kebiasaan yang tidak disadari. Kebiasaan yang kelihatannya dianggap sepele, namun bisa berakibat fatal. Kebiasaan itu adalah " seringnya membersihkan kotoran telinga". Jika dilihat secara sepintas nampaknya kebiasaan ini tidak ada yang salah namun pada praktenya banyak terjadi kesalahan. Mungkin banyak orang menganggap bahwa kotoran telinga harus dibersihkan sesering mungkin dan sebersih mungkin. Inilah pandangan yang kurang tepat.
Pembersihan kotoran telinga secara periodik memang harus dilakukan. Apabila kotoran tidak dibersihkan dan dibiarkan menumpuk maka akan menurunkan pendengarannya sehingga seperti tuli. Kalau dalam istilah medis dimasukkan sebagai tuli konduksi. Penurunan pendengaran yang disebabkan terganggunya jalur perambatan suara. Namun ingat bahwa kotoran telinga tetap masih mempunyai manfaat. Dengan jumlah yang cukup, kotoran telinga masih berguna untuk mengusir binatang-binatang kecil yang akan masuk ke dalam lubang telinga. Namun bau dan keberadaan kotoran ini menimbulkan keengganan binatang kecil untuk masuk. Sehingga pembersihan kotoran telinag yang terlalu bersih tidak dianjurkan.
Permasalahan yang sering dilakukan adalah frekuensi pembersihan yang terlalu sering dan cara yang digunakan yang tidak tepat. Jika hal ini dilakukan justru beresiko terjadi radang telinga bagian dalam dan bahkan bisa sampai infeksi. Misalnya membersihkan telinga dengan batang korek api, atau "jekip" (istilah jawa), atau benda-benda keras lainnya. Pemberisihan kotoran telinga yang keras juga tidak disarankan dilakukan sendiri. Sering pembersihan sendiri dilakukan secara paksa sehingga menimbulkan luka lecet. Seharusnya kotoran telinga yang keras harus diberikan tetes telinga agar lebih lunak sehingga mudah untuk dibersihkan.
Pembersihan telinga yang terlalu sering atau bahkan dilakukan setiap hari bisa berakibat terjadinya iritasi atau luka lecet ringan. Kebiasaan pembersihan telinga biasanya dilakukan pada waktu sesudah mandi dengan dalih untuk membersihkan sisa cairan dan kotoran. Sering kebiasaan ini menimbulkan ketagihan karena perasaan "enak dan nyamman" saat melakukan pembersihan telinga sendiri. Oleh karena itu secara tidak sadar kemudian alat untuk membersihkan telinga itu menimbulkan iritasi, radang hingga infeksi.
Jika radang dan infeksi terjadi maka telinga akan terasa sakit walau hanya disentuh daun telingannya saja. Dinding telinga akan menebal dan bengkak sehingga merepotkan bila dilakukan pemeriksaan. Jika hal ini terjadi maka jangan tunggu lama lagi, segeralah berobat agar tidak bertambah parah. Jangan lakukan tindakan-tindakan yang justru membahayakan. Misalnya memasukkan air ke dalam lubang telinga, mencoba membersihkan lagi dengan sebersih-bersihnya, membiarkan saja dengan harapan bisa sembuh sendiri. Dari beberapa sakit telinga yang ada bahakan ada yang dijumpai sampai gendang telinganya robek akibat pembersihan telinga yang berlebihan. Jika anda dalam keadaan batuk dan pilek maka segera diobati. Karena infeksi dari batuk tersebut bisa merambat ke telinga bagian tengah dan menimbulkan infeksi berkelanjutan.
Cara mengatasi sakit telinga yang paling bagus adalah bagaimana kita bisa mencegah terjadinya sakit telinga tersebut. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Mudah-mudahan tip mengatasi sakit telinga tersebut bisa bermanfaat. Selamat mencoba.

No comments:
Post a Comment