Saturday, April 25, 2015

Pemberian Makanan Bergizi untuk Kesehatan Anak

Pemberian Makanan Bergizi untuk Kesehatan Anak
Pemberian Makanan Bergizi untuk Kesehatan Anak



Saat ini pemberian nutrisi menjadi hal yang sangat penting menjadi syarat tercapainya kesehatan yang optimal. Ada beberapa panduan yang bisa dijadikan contoh dalam penerapan nutrisi gizi bagi keluarga. Salah satu yang bisa jadi referensi pendidikan nutrisi adalah negara Jepang. 
Mari kita belajar sedikit dengan negara tetangga di Jepang bagaimana mereka menerapkan pendidikan nutrisi sehingga tercatat sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi.
Sejak 50 tahun yang lalu jepang sudah menerapkan program shokuiku ( edukasi gizi) . Salah satu pragramnya adalah program makan siang di sekolah. Tujuan program ini adalah setiap siswa dapat belajar sejak dini tentang menu makanan dan pola makan yang sehat sehingga mereka bisa mengetahui kesehatan mereka melalui makan secara mandiri. Pendidikan gizi dibagi 3 jenjang.
1.      Lower grade ( kls I & II )
2.      Midle grade ( kls III & IV )
3.      Higher grade ( kls V & VI )
Targetnya :
1. Lower grade : siswa menikmati  makan bersama dengan senang hati
2. Midle grade : siswa mengerti kandungan nutrisi  seperti daging, buah dan sayuran dengan mengkonsumsi     secara seimbang           
3.Higher grade : siswa belajar pentingnya menu seimbang.  saat makan mereka harus bisa memilih menu sesuai kebutuhan tubuhnya. ( inilah yang dimaksud dengan level thoyyib)
Panduan memilih makanan sehat alami ( cara praktis)
1.      Sayuran
Mulailah membuat daftar sayuran yang mudah ditemukan di tempat tinggal anda.  Kelompokkan sayuran berdasarkan warnanya : hijau, kuning ( jingga), merah, biru ( ungu) dan putih. Pastikan anak anda mendapatkan sedikitnya 3 warna sayuran setiap hari.
Patokan umum : porsi sayuran masak maupun mentah yg harus dihabiskan batita ( 1- 3 tahun) 1 ½ cangkir dan usia pra sekolah (3-5 tahun) 2 1/2 cangkir
2.      Buah.
Gali potensi buah lokal , terutama yang mudah didapat disekitar rumah sirsak, rambutan, leci, manggis, sawo. pepaya, pisang, nanas, mangga, jambu biji merah, belimbing, jeruk keprok, melon, semangka strowberi umumnya sudah populer dikalangan anak – anak. Buah impor seperti apel dan pir hendaknya menjadi pilihan terakhir.
Patokan umum : porsi buah adalah 2 porsi perhari ( satu porsi sepadan dengan besar genggaman tangan balita)
3.      Makanan pokok ( beras berkulit ari dan polong polongan) .
Patokan umum pemberian makanan pokok perhari kepada balita yaitu 3 porsi. Satu porsi setara ½ cangkir.  Nasi beras merah lebih sehat dari beras putih karena berlimpah serat , vit b kompleks, minyak sehat dan gula alami. Variasikan makanan pokok dengan mencampurkan bahan lain ke nasi misal dengan ubi jalar merah, kuning atau ungu, jagung kuning dan singkong kuning, polong polongan seperti kacang hijau dan kacang tolo hendaknya menjadi menu harian balita
4.      Makanan kaya kalsium 
Patokan umumnya 1 1/2 cangkir perhari. Sumber kalsium andalan adalah yogurt, keju ( konsumsi terbatas), lauk pauk yang dimakan beserta tulangnya, tahu, sumber kalsium nabati  ( sayuran hijau gelap, brokoli, kangkung, daun singkong, bayam)
5.      Protein tanpa lemak misalnya daging sapi tanpa lemak, dada dan paha ayam, ikan, telur organik, yogurt dan keju rendah lemak. Polong polongan dan hasil olahannya termasuk sumber protein rendah ( tanpa lemak ) unggulan; kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, tempe, tahu dan susu kedelai.
6.      Minyak atau lemak
Minimalkan makanan mengandung lemak jenuh dan hindari makan mengandung lemak – lemak trans.. Makanan gorengan dan masakan bersantan merupakan sumber lemak jenuh. Lemak trans banyak tersimpan dalam makanan yang digoreng dengan minyak jlantah, margarin, makanan dengan campuaran margarin seperti cake, roti, dan donat.
7.      Serat
Selain asupan nutrisi komsumsi serat juga menjadi hal yang patut diperhatikan ketika memberikan makanan pada balita. Serat mencegah sembelit karena membantu memperlancar kerja saluran cerna dan saluran pembuangan. Asupan serat yang cukup juga menekan risiko kegemukan , memperkecil resiko gangguan jantung, dan menurunkan resiko dm tipe 2 pada anak. Sementara jenis serat lain, yaitu pektin tergolong serat larut membantu mengusir asupan kolesterol sebelum sempat di proses oleh tubuh.

Sehatkah makanan balita saya ?
Bagaimana menilai apakah makanan yang kita berikan ke balita kita sudah cukup porsinya , serta sudah sehat dan bergizi ? Mari kita amati dengan indikator – indikator berikutr.
Indikator BAB
·         BAB minimum setiap pagi ( bisa lebih dari satu kali , tetapi tidak diare atau sakit perut)
·         BAB tanpa mengejan, kotoran keluar secara otomatis  tanpa di dorong
·         BAB kotoran mengambang, tidak tenggelam
·         BAB 2 menit, kotoran sudah keluar semua.
·         BAB merasa tuntas.
Indikator flu atau demam
Indikator alergi
Indikator tinggi dan berat badan.
           







No comments:

Post a Comment