![]() |
| Makanan bergizi haruslah Halal dan Baik |
Makanan bergizi yang banyak diharapkan banyak manusia adalah makanan yang banyak mengandung vitamin, mineral, protein dan zat-zat penting lainnya. Masing - masing zat tersebut mempunyai fungsi sendiri - sendiri untuk kelangsungan hidup maanusia yang lebih berkualitas. Namun tak sedikit orang yang sering melupakan adalah bahwa makanan yang baik tersebut juga harus didapatkan secara halal. Meski kata ini terdengar tidak biasa namun pengaruh yang ditimbulkan sangat besar terhadap fisik dan psikis seseorang.
Makanan yang tidak halal daa tidak baik cara mendapatkannya akan secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan anak. Terutama dalam masalah kejiawaan anak dan terutama lagi bagi umal muslim sebagai umat terbanyak di bumi Indonesia.
Makanan yang tidak halal daa tidak baik cara mendapatkannya akan secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan anak. Terutama dalam masalah kejiawaan anak dan terutama lagi bagi umal muslim sebagai umat terbanyak di bumi Indonesia.
Rata – rata kita saat ini sedang menghadapi fase dua masa kritis pertumbuhan seorang anak. Tahukah ibu kapan kita menghadapi masa itu? Dan kenapa kita penting untuk mengisi fase kritis pertumbuhan anak – anak kita itu dengan sebaik – baiknya.
Apakah yang dimaksud dengan 2 fase masa kritis pertumbuhan anak itu ? Yang dimaksud dengan masa kritis tumbuh kembang anak adalah masa dimana tubuh seorang anak membutuhkan nutrisi 2 esensial yang harus terpenuhi untuk mencukupi / menunjang tumbuh kembangnya. Dua fase kritis itu adalah saat batita 0-3 tahun dan saat anak memasuki usia sekolah dasar . Menurut penelitian Dr. Myron Winick , usia 3 tahun menjadi pondasi penting bagi kesehatan anak di masa datang, yang menentukan hubungan anatara gizi anak dan penyakit kronis di masa datang. Fase kritis yang kedua adalah saat anak memasuki usia sekolah dasar yaitu 6 – 11 tahun yang dikenal dengan growth spurt ( perceptan pertumbuhan yang kedua setelah masa balita). Pada masa kritis kedua ada beberapa zat gizi terutama mikro seperti Fe ( besi), calcium, zink, folat, vitamin A , yodium harus terpenuhi dalam diet anak.
Diadalam Al Quran, Allah memberikan petunjuk yang jelas tentang apa yang akan kita makan. Petunjuk tersebut bahkan tidak hanya ada dalam 1 ayat, tetapi diulang di ayat yang lain. Seperti dalam surat al baqarah : 168; surat Al maidah :88
Halal dan thoyib adalah sebuah perintah yang berdampingan. Untuk makanan yang dihalalkan jelas bagi kita yaitu diluar makanan yang diharamkan oleh Allah . Sedangkan untuk toyyib adalah makanan yang selain halal harus bisa membawa kebaikan, keberkahan serta tidak menimbulkan dampak merugikan bagi tubuh. Karena kemajuan ilmu dan teknologi (terutama teknologi pangan ) yang pesat harus kita terima dengan harus benar – benar selektif. Halal kini tak semuanya baik/toyyib lagi dampaknya bagi kesehatan di masa depan. “ Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” ( QS Abasa : 24)
Misalnya cake, roti dan donat. Dia adalah makan yang tidak diharamkan, tetapi mengkomsumsi secara berlebihan roti yang pembuatannya menggunakan margarin atau mentega dengan kandungan lemak trans akan merugikan kesehatan.
Contoh lain adalah susu formula. Masyarakat kebanyakan sampaisaat ini masih mengandalkan susu formula sebagai makanan ajaib yang akan memenuhi seluruh nutrisi untuk tumbuh kembang anak. Tanpa makan nasi atau yang lain anak masih tumbuh sebagaimana anak – anak lainnya, bahkan terkadang nampak lebih gemuk dan sehat. Namun, bahaya terjadinya anemia dan sembelit serta kegemukan bisa mengancam anak di kemudian hari.
Oleh karena itu, pengetahuan tentang nutrisi yang benar harus dipahami sehingga kita bisa memberikan bimbingan dan penerangan kepada anak – anak kita. Pemberian nutrisi yang sehat harus dimulaisejak dini yaitu semenjak kita merencanakan kehamilan. Kita juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi pada saat menyusui . Tidak salah jika digambarkan , “ andaadalah apa yang Anda makan”. Sehingga“apa yang dimakan anak – anak saat ini akan mempengaruhi kualitas kesehatannya di kemudian hari.”

No comments:
Post a Comment